Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
LKLB Perspektif Siyasah Syar'iyyah : Ketua Prodi HTN sebagai Moderator dan Pembaca Doa

LKLB Perspektif Siyasah Syar'iyyah : Ketua Prodi HTN sebagai Moderator dan Pembaca Doa

Terlaksana kegiatan LKLB oleh PB DDI kerja sama Institut Leimena Jakarta. Berlansung secara on line, Senin sd Rabu, 4-6 Mei 2026. Pesertanya dari unsur Guru Madrasah, Guru Sekolah, Penyuluh Agama dan Praktisi Keagamaan se Indonesia Timur, sebanyak 110 peserta.

Pematerinya dari unsur PB DDI dan Institut Leimena : di antaranya : Prof Dr. H. Andi Aderus, Lc.MA, Prof.Dr. H. Hamzah Hasan Khairiyyah. Prof Dr. Alwi Shihab , Prof Dr Amin Abdullah et.all.

Hadir membuka acara. Sekjend PB DDI : Prof. Dr H. Suaib Tahir, Lc.MA dan Koordinator bid.Kerjasama PB DDI : Dr. H. Najib Tabhan, Lc.MA. Sebagai Pembaca doa dan moderator adalah Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag. M.HI ( Pengurus PB DDI & Ketua Prodi HTN Siyasah Syar'iyyah Fakultas.Syariah Hukum UIN Alauddin Makassar.)

Kerjasama antara Pengurus Besar Darud Dakwah wal Irsyad (PB DDI) dan Institut Leimena berfokus pada pelatihan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) untuk memperkuat kolaborasi damai dan toleransi di masyarakat majemuk. Tujuan utamanya adalah membekali pendidik (guru/penyuluh) dengan kompetensi pribadi, komparatif, dan kolaboratif agar dapat berinteraksi dan mengajar dalam keberagaman, serta meningkatkan kepercayaan sosial.

Tujuan yang Ingin Dicapai:
• Penguatan Kompetensi Pendidik: Meningkatkan kapasitas guru madrasah, pesantren, dan penyuluh agama untuk memahami keragaman agama dan membina kolaborasi lintas iman.
• Membangun Kepercayaan Sosial (Social Trust): Membangun rasa saling percaya antar penganut agama berbeda sebagai modal sosial yang inklusif.
• Integrasi Kurikulum: Mendorong guru untuk mengintegrasikan prinsip LKLB dalam pengajaran di kelas untuk mencegah intoleransi.
• Menciptakan Masyarakat Inklusif: Mewujudkan kohesi sosial dan harmoni di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia

Relevansi LKLB  dgn HTN siyasah syariyyah menurut Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag.M.H.I ( Ketua Prodi HTN FSH UINAM ) bahwa Kegiatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) oleh PB DDI dan Institut Leimena sangat relevan dengan HTN Siyasah Syar'iyyah karena menjadi implementasi praktis fiqh siyasah dalam menjaga kemaslahatan (mashlahah) dan harmoni sosial. LKLB memperkuat prinsip kewarganegaraan inklusif, toleransi, dan kolaborasi dalam negara majemuk, yang merupakan inti dari siyasah syar'iyyah.

Relevansi spesifik LKLB dengan HTN Siyasah Syar'iyyah:
• Penerapan Siyasah Syar'iyyah (Politik Islam): LKLB mendorong kolaborasi damai antaragama (kompetensi kolaboratif), berlandaskan pada pemahaman diri dan orang lain (kompetensi pribadi/komparatif). Ini mencerminkan prinsip fiqh siyasah yang mengutamakan ketertiban, keadilan, dan kemaslahatan umum dalam konteks negara bangsa.
• Implementasi Mitsaq al-Madinah (Piagam Madinah): Pendekatan LKLB dalam membangun kepercayaan antarumat beragama sejalan dengan model Piagam Madinah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yaitu berkolaborasi dalam perbedaan demi keutuhan negara.
• Penguatan Kewarganegaraan (Citizenship): Dalam konteks HTN, LKLB menanamkan pemahaman bahwa setiap warga negara—terlepas dari agamanya—memiliki hak dan kewajiban yang setara dalam ruang publik, yang sejalan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia dalam fiqh siyasah.
• Moderasi Beragama: LKLB berfungsi sebagai instrumen pendidikan untuk moderasi beragama, yang bertujuan mencegah radikalisme dan ekstrimisme yang dapat mengganggu kedaulatan dan keamanan negara.

Secara keseluruhan, LKLB adalah bentuk ikhtiar intelektual dan sosial untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Islam yang ramah dan inklusif dalam ketatanegaraan Indonesia yang majemuk. 
<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260507_070134_106.sdocx-->